8 Mei 2013

Arsitektur Jaringan IMS





Unknown | 06.12 | Be the first to comment! | Tweet +1 Like


Proses transisi ke jaringan 3G dimulai dengan menggabungkan standar-standar yang diajukan banyak pihak. Beberapa rancangan diperuntukkan dalam pembangunan infrastruktur GSM dan yang lainnya untuk teknologi CDMA. Pada akhirnya ITU(Interntional Telecommunication Union) mengambil alih permasalahan ini, dengan mendefinisikan standar IMT-2000 (International Mobile Telecommunication) yang meliputi 5 antar muka radio yang berbeda termasuk CDMA2000. Perlu diperhatikan bahwa semua protokol IMT-2000 menggunakan teknik spread spectrum, yang berdampak pada operasi, pemeliharaan, dan instalasi jaringan eksisting ataupun yang akan dibangun.


Adapun kelima antar muka radio yang diajukan dari berbagai badan standar telekomunikasi di seluruh dunia yang diterima ITU sebagai standar IMT-2000 adalah sebagai berikut:

1. IMT-SC, Single Carrier (UWC-136): EDGE, Spektrum Frekuensi Berpasangan
2. IMT-MC* Multi Carrier CDMA: CDMA2000, Spektrum Frekuensi Berpasangan
3. IMT-DS* Direct Spread CDMA: W-CDMA, Spektrum Frekuensi Berpasangan
4. IMT-TC Time Code CDMA, Spektrum Frekuensi Tidak Berpasangan
5. IMT-FT FDMA/TDMA (Evolusi DECT), Spektrum Frekuensi Tidak Berpasangan

Selain itu juga ada 3GPP2 yang merupakan organisasi terpisah dari 3GPP, di mana 3GPP berkaitan erat dengan GSM dan UMTS. 3GPP2 terdiri dari operator jaringan seluler Jepang dan Amerika Utara yang mengembangkan spesifikasi global 3G pada teknologi transmisi radio dan jaringan inti CDMA2000 berdasarkan standar CDMAOne (IS-95) dari ANSI/TIA/EIA 41. Namun demikian, tetap ada tujuan integrasi menyeluruh (3GPP + 3GPP2) menuju jaringan 3G.

Arsitektur Jaringan Inti IMS terdiri dari :
1. Satu atau lebih database user, yaitu HSS (Home Subscriber Server) dan SLF (Subscriber Location Functions).
2. Satu atau lebih SIP server, yang kumpulannya disebut dengan CSCF (Call/Session Control Functions).
3. Satu atau lebih AS (Application Servers).
4. Satu atau lebih MRF (Media Resource Funcions), fungsinya bisa dibagi lagi menjadi MRFP (Media Resouce Function Processors) dan MRFC (Media Resouce Function Controllers).
5. Satu atau lebih BGCF (Breakout Gateway Control Functions).
6. Satu atau lebih gateway ke PSTN, yang terdiri dari SGW (Signalling Gateway) dan MGCF (media Gateway Controller Function), dan MGW (Media Gateway).
7. Node untuk layanan posisi yaitu Position Determining Entity (PDE) dan Position Server.
8. Border Router sebagai pembatas dengan jaringan luar, dan Charging Collector Functions untuk pembebanan.


Gambar Arsitektur Jaringan Inti IMS 3GPP





By Unknown
Get more from Unknown on and Twitter