14 Mei 2013

Mengubah konfigurasi php di file htaccess





Unknown | 19.27 | In | Be the first to comment! | +1


Sering kali kita mendapatkan masalah pada server hosting sementara kita tidak mungkin setiap saat meminta bantuan dukungan teknis dari penyedia hosting tsb. Misalnya kita ingin mengubah path session sesuai keinginan kita, mengubah batasan besarnya file yang bisa di upload, mengubah port standar smtp, dll.
Problem keterbatasan akses bagi pengembang situs web untuk melakukan modifikasi konfigurasi standar khususnya konfigurasi php pada server yang disediakan oleh perusahaan penyedia jasa hosting dapat diminimalisir. Berikut ini tips singkat yang dapat saya uraikan berdasarkan pengalaman yang ada, yaitu menggunakan file .htaccess.
Bagi pengembang joomla, metoda ini sangat banyak membantu memberikan solusi dari kesalahan sistem yang terjadi akibat kebutuhan khusus dari konfigurasi modul php yang dijalankan oleh server web apache. File htacces adalah salah satu senjata ampuh bagi pengembang untuk mengekspansi konfigurasi situsnya sesuai dengan kebutuhan koding yang diharapkan. Selain dapat mengubah dan memenuhi kebutuhan atas kesalahan yang terjadi pada sistem seperti yang telah saya uraikan pada banyak artikel sebelumnya, file htacces juga dapat disesuaikan menurut opsion yang disediakan oleh php
sesuai versi yang terinstal.

Perintah dasarnya adalah:
php_value [konfigurasi php] [opsion]

Misalnya:
1. Kita ingin menghidupkan buffering:
tambahkan perintah berikut di file .htaccess:
php_value output_buffering on
2. Ingin mematikan tampilan kesalahan
php_value display_errors Off
3. Dll

Demikian tips singkat ini, silahkan berkreasi dan bereksperimen, semoga bermanfaat.

Pencarian informasi melalui layanan HTTP menggunakan Search Engine





Unknown | 18.58 | In | Be the first to comment! | +1


Kali ini kita akan membahas tentang "Pencarian informasi melalui layanan HTTP menggunakan search engine". pasti semua banyak yang sudah tahu dan paham tentang layanan pencarian menggunanakan metode ini, semoga bermanfaat dan menjadi bahan bacaan yang menarik untuk semua. 

Seperti diketahui bahwa, Internet berisi kumpulan informasi (World Wide Web) yang dapat diakses melalui browser. Tentunya timbul keinginan untuk mencari informasi secara spesifik, sehingga tidak harus melakukan browsing ke banyak halaman web yang dapat melelahkan dan menghabiskan waktu. Pencarian informasi secara spesifik inilah yang didukung oleh Search Engine atau mesin pencari.

Sebagai contoh, search engine www.google.com. Ketikkan kata apa saja di sebelah tombol bertuliskan Google Search dan klik tombol tersebut. Misalkan tulisan Universitas Gunadarma akan sangat mungkin membawa pencari ke situs web Universitas Indonesia. Biasanya, link yang paling relevan dengan pencarian ada di paling atas. Namun tidak semudah itu, karena hasil pencarian biasanya tidak hanya satu-dua link saja, tapi bisa ratusan bahkan ribuan atau jutaan. Untuk mencari yang lebih spesifik, bisa:

1. Klik link bertuliskan Next untuk melihat hasil pencarian yang lain (link-link berikutnya).
2. Klik link Search within results dan isikan kata-kata yang lebih spesifik untuk mempersempit lingkup pencarian.

Tips search sederhana :

1. Gunakan tanda petik dobel (“) di sebelum dan sesudah kumpulan frase (kumpulan kata). Jika kata yang dicari adalah buku baru maka penggunaan tanda “ sebelum buku dan tanda “ sesudah baru (ditulis: “buku baru”) akan membuat search engine mencari buku baru saja. Jika tidak menggunakan tanda “, besar kemungkinan search engine mengembalikan hasil pencarian berupa halaman-halaman yang berisi buku tidak baru atau buku lama, belum ada yang baru yang tentunya tidak cocok dengan keinginan mencari buku baru.

2. Gunakan tanda + (tambah) atau – (kurang) untuk memberi tekanan pada kata-kata tertentu yang dicari. Misalnya pengisian time +to walk – remember akan menyebabkan search engine berusaha memasukkan kata to pada pencariannya, dan tidak terlalu mementingkan kata remember. Pada search engine Google, jika kata-kata umum dalam bahasa Inggris (to, is, the, …) dimasukkan dalam kunci pencarian, maka otomatis katakata tersebut tidak diikutkan dalam pencarian. Penggunaan tanda + seperti di atas akan membuat kata to diikutkan dalam pencarian. Pada contoh tersebut, penggunaan tanda + akan menghasilkan link ke halaman web yang berisi frase time to walk, sedangkan tanpa tanda + menghasilkan link ke halaman web yang berbeda-beda, contohnya bahkan yang susunannya berbeda: walk through time.

3. Pada search engine google anda dapat menggunakan keyword pengendaliseperti contoh : define:protocol Untuk khusus mencari definisi dari kata “protokol”.

Semoga Bermanfaat

8 Mei 2013

Arsitektur Jaringan IMS





Unknown | 06.12 | In | Be the first to comment! | +1


Proses transisi ke jaringan 3G dimulai dengan menggabungkan standar-standar yang diajukan banyak pihak. Beberapa rancangan diperuntukkan dalam pembangunan infrastruktur GSM dan yang lainnya untuk teknologi CDMA. Pada akhirnya ITU(Interntional Telecommunication Union) mengambil alih permasalahan ini, dengan mendefinisikan standar IMT-2000 (International Mobile Telecommunication) yang meliputi 5 antar muka radio yang berbeda termasuk CDMA2000. Perlu diperhatikan bahwa semua protokol IMT-2000 menggunakan teknik spread spectrum, yang berdampak pada operasi, pemeliharaan, dan instalasi jaringan eksisting ataupun yang akan dibangun.


Adapun kelima antar muka radio yang diajukan dari berbagai badan standar telekomunikasi di seluruh dunia yang diterima ITU sebagai standar IMT-2000 adalah sebagai berikut:

1. IMT-SC, Single Carrier (UWC-136): EDGE, Spektrum Frekuensi Berpasangan
2. IMT-MC* Multi Carrier CDMA: CDMA2000, Spektrum Frekuensi Berpasangan
3. IMT-DS* Direct Spread CDMA: W-CDMA, Spektrum Frekuensi Berpasangan
4. IMT-TC Time Code CDMA, Spektrum Frekuensi Tidak Berpasangan
5. IMT-FT FDMA/TDMA (Evolusi DECT), Spektrum Frekuensi Tidak Berpasangan

Selain itu juga ada 3GPP2 yang merupakan organisasi terpisah dari 3GPP, di mana 3GPP berkaitan erat dengan GSM dan UMTS. 3GPP2 terdiri dari operator jaringan seluler Jepang dan Amerika Utara yang mengembangkan spesifikasi global 3G pada teknologi transmisi radio dan jaringan inti CDMA2000 berdasarkan standar CDMAOne (IS-95) dari ANSI/TIA/EIA 41. Namun demikian, tetap ada tujuan integrasi menyeluruh (3GPP + 3GPP2) menuju jaringan 3G.

Arsitektur Jaringan Inti IMS terdiri dari :
1. Satu atau lebih database user, yaitu HSS (Home Subscriber Server) dan SLF (Subscriber Location Functions).
2. Satu atau lebih SIP server, yang kumpulannya disebut dengan CSCF (Call/Session Control Functions).
3. Satu atau lebih AS (Application Servers).
4. Satu atau lebih MRF (Media Resource Funcions), fungsinya bisa dibagi lagi menjadi MRFP (Media Resouce Function Processors) dan MRFC (Media Resouce Function Controllers).
5. Satu atau lebih BGCF (Breakout Gateway Control Functions).
6. Satu atau lebih gateway ke PSTN, yang terdiri dari SGW (Signalling Gateway) dan MGCF (media Gateway Controller Function), dan MGW (Media Gateway).
7. Node untuk layanan posisi yaitu Position Determining Entity (PDE) dan Position Server.
8. Border Router sebagai pembatas dengan jaringan luar, dan Charging Collector Functions untuk pembebanan.


Gambar Arsitektur Jaringan Inti IMS 3GPP



Teknologi IMS (IP Multimedia Subsystem) Pada Jaringan 3G





Unknown | 05.10 | In | Be the first to comment! | +1


Jaringan Internet dan Jaringan Seluler.
Jaringan 3G bertujuan menggabungkan 2 model atau pola dalam komunikasi yaitu internet dan komunikasi seluler. IP Multimedia Subsystem (IMS) adalah elemen kunci dalam arsitektur 3G yang memungkinkan tersedianya akses seluler di manapun ke seluruh layanan internet yang tersedia. IMS memugkinkan anda dapat browsing web favorit, membaca email, menonton film atau ikut videoconference di manapun anda berada dengan hanya mengeluarkan perangkat 3G anda. Inilah visi dari layanan IMS.

Gambar Arsitektur jaringan 3G (UMTS) S secara umum

Standar IP Multimedia Subsystem (IMS) mendefinisikan arsitektur umum yang menawarkan layanan VoIP dan multimedia. Merupakan internasional yang pertama kali dispesifikasi oleh Third Generation PartnershipProject (3GPP/3GPP2) dan sekarang dikembangkan oleh badan standarisasi lainnya seperti ETSI/TISPAN. Standar IMS mendukung banyak teknologi akses jaringan termasuk GSM, WCDMA, CDMA2000, akses pita lebar jaringan tetap dan WLAN.
Internet mengalami pertumbuhan dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Internet telah berkembang dari jaringan kecil yang pada awalnya menghubungkan beberapa situs penelitian hingga menjadi sebuah jaringan yang sangat besar. Alasan utama pertumbuhan ini adalah kemampuannya untuk menyediakan sejumlah layanan yang berguna dan variatif bagi jutaan penggunanya. Layanan yang paling dikenal adalah world wide web dan email, tetapi selain tu ada pengiriman pesan singkat, presence, messenger, serta layanan komunikasi antar client seperti VoIP (Voice over IP), videoconference, dan shared whiteboards. Internet mampu menyediakan banyak layanan baru karena penggunaan protokol yang terbuka dan tersedia di web untuk digunakan para pengembang layanan atau pemrogram.

Konsep dan Latar Belakang IMS

Konsep IMS adalah memberikan layanan internet di mana pun dan kapan pun menggunakan teknologi seluler. Pada sisi lain, jaringan seluler juga membrikan layanan dengan jangkauan yang luas, yang termasuk layanan interent yang paling sukses seperti pengiriman pesan instan. Kenyataannya, pengguna seluler mana pun dapat mengakses internet menggunakan koneksi data dan dengan cara ini layanan internet dapat tersedia. Lalu kenapa kita memerlukan IMS?
Bagi operator, IMS mengambil konsep arsitektur berlapis lebih jauh dengan mendefinisikan arsitektur horizontal, di mana fungsi umum seperti OSS dan pelayanan dapat digunakan pada banyak aplikasi. Arsitektur horizontal pada IMS juga menyediakan interoperabilitas dan roaming, dan mampu mengontrol bearer sebagai pembawa informasi, termasuk pembebanan dan keamanan jaringan. IMS mengintegrasikan layanan suara dan data, sementara mengadopsi keunggulan-keunggulan teknologi pada sisi IT-nya. Dengan demikian IMS menjadi kunci menuju konvergensi jaringan tetap dan bergerak (Fixed-Mobile Convergence). Oleh karena alasan ini, IMS banyak ditawarkan para vendor sebagai solusi jaringan untuk operator yang menyelenggarakan bisnis layanan multimedia sekaligus untuk akses jaringan bergrak dan tetap.


Gambar Arsitektur jaringan IMS

IMS mampu mengirimkan layanan lebih berstandarisasi, dan terstruktur yang merupakan ciri khas kebanyakan arsitektur berlapis. Pada saat yang sama, IMS menyediakan arsitektur yang mampu menyederhanakan dan mempercepat penciptaan layanan dan proses aktivasi dan administrasi layanan (provisioning), sekaligus tetap mendukung layanan dari jaringan eksisting.
Untuk memudahkan pemahaman akan konsep arsitektur berlapis, kita dapat mengambil contoh pada jaringan internet. Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian pendahuluan, Internet mampu menyediakan banyak layanan baru karena penggunaan protokol yang terbuka dan tersedia di web untuk digunakan para pengembang layanan atau pemrogram. Penciptaan layanan melalui internet adalah hal yang sangat berbeda: dengan meng-upgrade server dan software dari klien tanpa perlu memodifikasi node-node pada jaringan inti. Untuk menambahkan layanan baru pada internet, hanya perlu mendefinisikan protokol lapisan aplikasi dan memberitahu pelanggan untuk meng-upgrade softwarenya. Dalam mode web, pengguna hanya perlu menginstall browser yang universal. Oleh karena itu internet secara konstan mulai melakukan penetrasi layanan telekomunikasi seperti VoIP, Instant Messaging, dsb.


Gambar IMS dapate terintegrasi dengan berbagai macam teknologi telekomunikasi

Arsitektur IMS yang horizontal memudahkan operator untuk mengimplementasikan layanan baru, mengeliminasi struktur jaringan tradisional yang kompleks dan boros. Bagi operator jaringan bergerak dan tetap, untuk jangka panjang IMS menyediakan jalur migrasi yang lebih aman menuju arsitektur yang total berbasis IP yang mampu menyediakan permintaan user akan layanan baru yang lebih variatif, menarik dan berguna.
IP Multimedia Subsystem (IMS) menyediakan pola sukses internet pada jaringan telekomunikasi, yang akan menyelesaikan masalah-masalah tersebut yang menganggu operator telekomunikasi. IMS adalah subsistem pengendali pada layer yang lebih tinggi, tidak tergantung pada akses teknologi tertentu. Perlu lebih jauh diklarifikasi apa yang dimaksud dengan menggabungkan dunia internet dan seluler dan di mana letak keuntungannya. Untuk itu, diperlukan pengenalan domain-domain yang berbeda pada jaringan 3G berbasis IMS, yaitu domain circuit-switched dan packet-switched.

Keunggulan Layanan Berbasis Teknologi IMS
Sekali lagi kenapa diperlukan IMS, jika semua kelebihan internet sudah tersedia pada pengguna 3G melalui domain paket. Jawabannya adalah QoS (Quality of Service), pembebanan, dan integrasi layanan yang berbeda-beda. salah satu alasan terciptanya IMS adalah untuk menyediakan QoS yang diperlukan untuk dinikmati pada sesi multimedia. IMS memperhatikan pembuatan sesi multimedia yang sinkron dengan QoS yang ditentukan sehingga pengguna terpuaskan.
Alasan lainnya adalah IMS dibuat untuk melakukan pembebanan pada sesi multimedia dengan layak. Pengguna yang terlibat dalam sebuah videoconference melalui domain paket biasanya memindahakan sejumlah informasi (yang terdiri dari audio dan video yang sudah dikodekan). Bergantung pada operator 3G, pemindahan sejumlah data dapat mengakibatkan biaya yang besar bagi pengguna, karena biasanya operator melakukan pembebanan berdasarkan jumlah byte yang dikirimkan. Operator dari pengguna tidak dapat mengikuti model bisnis yang berbeda untuk melakukan pembebanan kepada pelanggan karena operator tidak memperhatikan konten dari byte-byte tersebut: bisa saja byte tersebut berasal dari sesi VoIP, pesan singkat, halaman web, atau sebuah email.